Langsung ke konten utama

Noda pada Muka dan Sepatu



Ibarat Muka dan Sepasang sepatu. Jika keduanya kotor, Maka yang manakah lebih dahulu dan paling sering kita cuci/ bersihkan.
Fakta mengatakan, kita akan lebih sering mencuci muka daripada sepatu. Bahkan, tidak kotor pun kita akan selalu membersihkan muka baik dengan air atau sekadar me lapnya dengan kain. Sementara sepatu yang sering kita pakai hanya dicuci sekali seminggu paling sering. Atau ketika baunya sudah mulai apek.
Begitu jugalah pengibaratan orang beriman dan tidak beriman (kafir). Orang beriman/mengaku beriman adalah muka tadi itu. Mereka jika sadar berbuat salah atau dosa akan cepat-cepat kembali kepada Allah. mengucapkan Istighfar dan bertaubat. Selalu, setiap kekhilafan yang ia perbuat akan terlontar kalimat memohon ampun kepada Allah.
Sementara mereka yang tidak beriman, Tak ada ingatannya kepada Allah saat perbuatan dosa yang mereka lakukan. Terus, terus, dan terus apa yang disenangi mereka lakukan. Tidak pandang baik atau buruk. Tidak sadar Allah Yang Maha Melihat. Pensucian atau pemebersihan diri mereka yang pasti hanyalah nanti, setelah hari pembalasan. Neraka tempatnya.
...
Maka, dimanakah letak kita selama ini, sudahkah segala khilaf kita seperti noda pada muka atau pada sepasang sepatu?
..
Masjid Islamic Cernter Padangpanjang, 19 Desember 2018
#Moeda #Nasihat #Muhasabah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Guru-guruku.. By: M.david.-

KUCOBA LEWATI

By : Muhammad David angin senja menemani langkahku meninggalkan siang nan cerah sore nan kelabu menantang dinginnya malam bertabur bintang ditemani sang bulan kini ku bersandar di atas kursi tua yang lapuk dimakan usia namun tetap kokoh menopang diriku ku bercerita padanya tentang indahnya siangku tentang hidupku namun dia hanya tersenyum melirik sinis padaku

Berobah Tidak Perlu dengan yang Baru

Sobat, kini telah tahun 2014., di tahun baru ini kita tidak harus memiliki sesuatu yang baru. Tapi kita harus berusaha lebih baik dari hari atau tahun yang lalu. Kita harus melakukan perubahan, seandainya ada yang kurang baik di tahun lalu, maka kita harus merobahnya, meluruskannya kea rah yang lebih baik. Pada tahun 2014 ini, mungkin akan banyak kegiatan yang akan kita lewati. Mulai dar sekolah, kita memasuki semester II, jika kita lihat nilai kita pada rafor, maka itulah gambaran kita pada semester lalu. Bagi yang nilainya bagus, tentu dia bersyukur dengan nilai itu, tapi tidak boleh merasa bangga dengan itu, karna di semester berikutnya, pasti aka nada rintangnan baru yang harus kita lewati. Begitu juga bagi sobat-sobat yang nilainya mungkn tidak memuaskan, kita harus bias belajar dari semua yang berlalu. Bukan berarti kita mengenang untuk mematahkan semangat. Tapi menjadi cambuk untuk melalkukan perobahan. Jadi buat sobat semua, tetap semangat ya di tahun 2014 ini. Selain...