Langsung ke konten utama

Angin



Oleh Muhammad David
(Siswa MA KM Muhammadiyah Padang Panjang)
Yang terlintas di hadapanku
Yang selalu menghampiriku
Kini enggan menyapa
Lewati tubuh hina yang terbujur
Yang terindah mulai pudar
Bak mentari menyeringai indahnya malam di kota
Kalahkan rembulan yang bersinar
Retorika hidup tak sejalan mimpiku
Angin enggan berhembus
Dunia enggan menyapa
Langitku tak biru tak kelam
Dunia ku telah jauh
Bintang yang bersinar tak tersenyum
Langit yang kelam tak berbintang
Siang mengutuk malam, malam menyeriangi pada siang
Hampa hidup dalam ragu
Ragu pada realita hidup ini
Aku...
Tak bisa menahan
Tak bisa melawan
Di sini akhir ku
Tiada angin, tiada bintang
Tiada senyum, tiada sedih.
Aku pergi tanpa pesan, tanpa tanda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUCOBA LEWATI

By : Muhammad David angin senja menemani langkahku meninggalkan siang nan cerah sore nan kelabu menantang dinginnya malam bertabur bintang ditemani sang bulan kini ku bersandar di atas kursi tua yang lapuk dimakan usia namun tetap kokoh menopang diriku ku bercerita padanya tentang indahnya siangku tentang hidupku namun dia hanya tersenyum melirik sinis padaku

Untuk Guru-guruku.. By: M.david.-

Penipu

Dunia ini penipu. Begitu juga isinya. Banyak sekali manusia yang suka membuat fatamorgana guna menyenangkan pemirsanya. Tanpa sadar dia sendiri yang tengah ditipu oleh fatamorgana yang ia buat. Terlihat bahagia di hadapan publik. Membuat lelucuan sehingga orang tertawa terpingkal-pingkal. Sebenarnya, ia yang membuat lelucuan tengah berduka dengan ragam masalah yang ia hadapi. Bertengkar dengan teman misalnya, saling diam dengan saudara, berselisih paham dengan orang tua.