Langsung ke konten utama

Tentang Diary


Seseorang berpesan kepada saya agat selalu meletakkan Diary tepat di sebelah buku pelajaran. Itu hal yang tak boleh dilanggar. "Ikuti saja instruksinya. Nanti kamu akan paham sendiri," ucapnya.
"Manusia itu salahnya. Termasuk juga aku sendiri. Sebelum pergi dia sudah minta pulang." lanjutnya. Saya amat paham dengan kata-kata itu. Sebab ibu juga sering memarahi ku dengan membentakkan kata-kata tersebut jika saya teramat cengeng untuk bertindak.
Di kemudian hal itu saya lakukan. setiap belajar diary selalu saya sediakan. Kadang sekadar saya lirik saja, kadang saya buka dan saya coret dengan ragam cerita. Perasaan kesal tentang hari-hari yang saya jalan, tentang mission imposible yang diberikan dosen, dan segalanya.
Bosan menulis, saya lanjutkan belajar. Membuka halaman demi halaman yang penuh dengan teori-teori. Kata teman-teman saya teori yang tertulis wajib dipahami dan dihafal. Sebab semua itu akan menjadi kunci sukses. Saya mengikuti saran teman tersebut.
"Jangan menyalahkan teori yang sudah disepakati. Nanti kamu akan kena batunya," katanya lagi.
"Kenapa pula? Apakah teori tersebut hal mutlak?" tanya saya kepada sebagian pemuka.
"Ikuti saja alurnya. Ikuti teori yang ada. Kamu bakal aman." ucapnya dengan lembut. saya tak habis pikir, terus bertanya-tanya.
Seorang teman yang amat patuh bahkan rela mencatat kembali teori yang ada. menyimpannya dalam lembara-lembaran kecil seperti jimat. Ya, dijadikan jimat agaknya. Saya bertambah Heran.
Kembali saya duduk di meja belajar. Tidak lagi membuka buku pelajaran. Masih banyak lembaran diary yang kosong. saya tuliskan lagi semua keheranan saya pada dunia. Tentang teori-teori yang katanya mutlak. -Tak boleh dilanggar, tentang jimat, dan pastinya tentang semua ini. Meletakkan diary tepat disebelah buku pelajaran.
...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Guru-guruku.. By: M.david.-

KUCOBA LEWATI

By : Muhammad David angin senja menemani langkahku meninggalkan siang nan cerah sore nan kelabu menantang dinginnya malam bertabur bintang ditemani sang bulan kini ku bersandar di atas kursi tua yang lapuk dimakan usia namun tetap kokoh menopang diriku ku bercerita padanya tentang indahnya siangku tentang hidupku namun dia hanya tersenyum melirik sinis padaku

Berobah Tidak Perlu dengan yang Baru

Sobat, kini telah tahun 2014., di tahun baru ini kita tidak harus memiliki sesuatu yang baru. Tapi kita harus berusaha lebih baik dari hari atau tahun yang lalu. Kita harus melakukan perubahan, seandainya ada yang kurang baik di tahun lalu, maka kita harus merobahnya, meluruskannya kea rah yang lebih baik. Pada tahun 2014 ini, mungkin akan banyak kegiatan yang akan kita lewati. Mulai dar sekolah, kita memasuki semester II, jika kita lihat nilai kita pada rafor, maka itulah gambaran kita pada semester lalu. Bagi yang nilainya bagus, tentu dia bersyukur dengan nilai itu, tapi tidak boleh merasa bangga dengan itu, karna di semester berikutnya, pasti aka nada rintangnan baru yang harus kita lewati. Begitu juga bagi sobat-sobat yang nilainya mungkn tidak memuaskan, kita harus bias belajar dari semua yang berlalu. Bukan berarti kita mengenang untuk mematahkan semangat. Tapi menjadi cambuk untuk melalkukan perobahan. Jadi buat sobat semua, tetap semangat ya di tahun 2014 ini. Selain...