Langsung ke konten utama

Postingan

Seorang Perempuan Cantik, Pendiam...

Setelah itu, saya dibuat gila oleh kelakuannya. Ia selalu tersenyum bila mata kami beradu. Saya sudah pastilah akan garuk-garuk kepala, menunduk, dan senyum juga. Ia menggeleng-geleng dan tersenyum terus. Saya amat paham, ia sedang berusaha mengubah mindsite saya tentang dia. Saya sering menceritakan tentang sosok perempuan pendiam kepada kawan-kawan. 'Seorang perempuan cantik, pendiam. Itu hal biasa.' kata orang-orang. Tapi Pendiam yang satu ini saya anggap berbeda. Dan, bagi saya siapapun yang berkenalan, kenal atau pun mengenal saya tidak ada yang pendiam. Semuanya ahli bicara. Kami akan saling bercerita dan bertukar pikiran. "Kau baru kali ini bercerita tentang perempuan pendiam, Suf." kata teman saya. Saya langsung membayangkan wajah gadis itu saat Tarno berkata. Ingatan saya masih pada pertemuan yang entah ke berapa saat itu. Yang jelas itu pertemuan terakhir dalam ingatan saya. "Dia benar-benar pendiam. Sudah berkali-kali berpapasan. ...

Bonus Perkenalan

Dunia ini adalah persinggahan. Sementara. Kemanapun melangkah akan menjadi pengalaman-pengalaman baru dalam hidup. Namun, tak banyak yang menyadari itu. Melewati hari-hari tanpa memberikan kesan agar dapat mengingat atau diingat.  Setiap hari, akan ada pengalaman baru, juga mungkin orang baru. Berkenalan dengan orang baru adalah hal lumrah. Dan, bonus dari Perkenalan adalah memiliki. Bagaimana aku mengenal guru baru di sekolah, mengenal teman baru di sekolah, tidak ubahnya mengenalmu.  Namun, tahukah? lama-kelamaan aku tersadar, mengenal dirimu tidak serupa mengenal mereka. Ada bait spesial yang dapat kubaca. Begitu indah syairnya. Kubaca dan kucermati bahkan saat kau telah pergi, meninggalkanku. Serupa alunan musik yang dimainkan sang maestro. meskipun musiknya telah terhenti, mulutku masih menggumamkan lagu itu hingga waktu yang cukup lama. Kau, tak henti-hentinya kukenang, merajai pikiranku. menguasai setiap langkahku. pisah yang hanya sementara membuatku ingin ...

Adab dan Ilmu (Petuah Ayah)

Baradaik mako bajalan. bajalan macari ilmu Oi nak kanduang sibirang tulang. ubek jariah palapeh damam. dangakan ayah bapasan nak. Kok nyampang sampai di masonyo, bajalan juo lah ka rantau. mancari ilmu untuak bekal hiduik dunia jo akhirat. adopun di subarang nagari nan ka ditampuah, pituah urang dulu paralu diingek nak oi. 'Dima Bumi Dipijak, Disitu langik dijunjuang," kok baiak katokan baiak pagunokan saelok-eloknyo. kok buruak jan lansuang malapeh kato 'itu buruak'. Diamkan sajo  dulu, sabab di rantau awak surang. ba etika kok kamangecek. Bajalan paliharo kaki, manjombo paliharo tangan. mangecek paliharo lidah. kok bajalan, caliak-caliak ladang urang nan katalendo, kok manjombo, caliak-caliak jan punyo urang nan taambiak. kok mangecek baitu pulo, caliak-caliak hati urang nan katasingguang nak oi. Mako, nan paliang utamo dari ilmu tadi tu iyolah adab, nak oi. Paralu ditekankan ka anak nan ka bajalan. Mambaok adaik kamano kaki malangkah itu paralu. Jiko adaik la...
Dan kau tahu? Duniaku memang takkan berhenti tanpa kehadiranmu. Tanpamu aku masih bisa bernafas seperti biasanya. Tidur nyenyak, terbangun di pagi hari, bershi-bersih, dan melakukan hal-hal lainnya dengan normal. Tapi apa kau mengerti kata pujangga? Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga. Sebab itulah aku berkeinginan dan berharap benar-benar bisa memilikimu. Berdua kita, membersamai waktu. # Moeda   # LineArt

Line Art

Merdeka Katamu

Perjuangan "Merdeka, merdeka, merdeka..." "Diam," Merdeka katamu. Merdeka dari masa lalu. merdeka dari penjajahan, merdeka dari penderitaan. merdeka dari rasa galau. Merdeka sementara. Setelah itu terjajah kembali. Kau tak sadar mungkin. Kau merdeka belum semerdeka merdeka yang kau bayangkan. Ilusi yang kau ikuti sehingga kau cepat puas. Euforia yang kau turutkan. Sehingga orang sudah berjalan maju kau masih di tempat yang lama Bung... Ini senjatamu, ambil dan bawalah berlari. Kau sudah teramat jauh tertinggal. Kejar mereka. Bersainglah dengan sehat. Bila lelah. #Moeda

Tentang Diary

Seseorang berpesan kepada saya agat selalu meletakkan Diary tepat di sebelah buku pelajaran. Itu hal yang tak boleh dilanggar. "Ikuti saja instruksinya. Nanti kamu akan paham sendiri," ucapnya. "Manusia itu salahnya. Termasuk juga aku sendiri. Sebelum pergi dia sudah minta pulang." lanjutnya. Saya amat paham dengan kata-kata itu. Sebab ibu juga sering memarahi ku dengan membentakkan kata-kata tersebut jika saya teramat cengeng untuk bertindak. Di kemudian hal itu saya lakukan. setiap belajar diary selalu saya sediakan. Kadang sekadar saya lirik saja, kadang saya buka dan saya coret dengan ragam cerita. Perasaan kesal tentang hari-hari yang saya jalan, tentang mission imposible yang diberikan dosen, dan segalanya. Bosan menulis, saya lanjutkan belajar. Membuka halaman demi halaman yang penuh dengan teori-teori. Kata teman-teman saya teori yang tertulis wajib dipahami dan dihafal. Sebab semua itu akan menjadi kunci sukses. Saya mengikuti saran teman...